Merasa Frustrasi Dalam Hidup? Ini 8 Cara Cepat Untuk Kembali Optimis
Masalahnya dengan frustrasi adalah bahwa rasa frustrasi
itu bisa melumpuhkan siapa pun, tetapi sulit untuk mengetahui dari mana sumber
masalahnya.
Apa itu frustrasi sebenarnya? Jika kita membuka kamus,
frustrasi adalah perasaan kesal atau terganggu karena tidak dapat mengubah atau
mencapai sesuatu. Tapi definisi frustrasi dari kamus ini tidak begitu
menjelaskan secara mendalam tentang rasa frustrasi yang kita rasakan, jadi bagaimana
kita bisa mencari jalan keluar dari masalah ini?
Alasan di balik rasa frustrasi yang Anda alami bisa
saja rumit, tetapi saya disini telah menemukan berbagai alasan yang berbeda -
namun umum - penyebab frustrasi, karena setelah sumber masalahnya ditemukan,
Anda akan senantiasa segera dapat kembali optimis.
1. Jadikan
kegagalan Anda sebagai pelajaran
Kegagalan memiliki cara untuk mengubah mentalitas kita
menjadi rendah diri. Adalah normal untuk menjadi frustrasi disebabkan oleh kegagalan.
Saya juga sering mengalami kegagalan demi kegagalan dalam hidup saya, yang pastinya
dapat menyebabkan frustrasi.
Alih-alih melihatnya sebagai kegagalan, Anda sebaiknya
mencatat sepenggal kata-kata dari Thomas Edison berikut ini:
“...saya tidak gagal, [tetapi] saya baru saja
menemukan 10.000 cara yang tidak berhasil."
Kita diuji setiap hari dengan hal-hal kecil maupun
besar, tetapi bahkan jika kita tidak berhasil akan suatu hal, setidaknya kita
bisa belajar darinya.
Dengan mengubah perspektif Anda tentang kegagalan,
Anda akan dapat mengubah suatu halangan menjadi peluang. Kegagalan bisa berubah
dari rasa frustrasi menjadi tekad yang lebih kuat, tetapi semuanya dimulai
dengan cara melihatnya sebagai awal dan bukan akhir dari segalanya.
2. Fokus
pada hari ini
Saat ini, kecemasan atau rasa khawatir yang berlebihan
adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang paling umum dialami oleh
generasi muda milenial. Meskipun kecemasan tidak begitu saja dapat dijelaskan
atau disederhanakan karena disebabkan oleh suatu hal, sudah bukan rahasia lagi
bahwa tekanan untuk menciptakan masa depan yang tepat dan kehidupan yang
sempurna telah memberikan tekanan baru dan lebih besar pada generasi milenial
saat ini.
Meskipun penting untuk menatap dan merencanakan masa
depan, Anda tidak boleh membiarkan rasa frustrasi yang disebabkan oleh
ketidaktahuan Anda tentang apa yang ada di depan Anda menghancurkan suasana
hati Anda. Memang sangat bisa membuat siapa pun stres apabila berpikir apa yang
akan terjadi di hari esok, tahun depan, atau sepuluh tahun dari sekarang.
Daripada terus berfokus pada apa yang akan terjadi dan
tidak pasti itu, Anda sebaiknya hanya berfokus pada hari ini. Hari ini adalah
hari yang Anda punya. Anda tidak dapat kembali ke kemarin dan Anda tidak dapat
mengendalikan hari berikutnya. Hari ini adalah hari ini; Anda dapat melakukan
apa saja atau tidak melakukan apa pun sama sekali.
3. Berhenti
membandingkan dirimu dengan orang lain
Kita hidup di dunia yang kompetitif, yang sebenarnya adalah
sebuah hal yang lumrah, tetapi setelah munculnya media sosial, kita menjadi
semakin terpancing.
Dua puluh tahun yang lalu, kita hanya melihat mobil
baru tetangga kita atau melihat taman rumah mereka yang apik dan
membandingkannya dengan taman di rumah kita sendiri. Sekarang, kita
membandingkan diri kita dengan selebriti, teman lama dan orang yang tidak kita
kenal sekalipun di media sosial.
Setelah online, kita mendapatkan akses instan ke
kehidupan orang lain. Meskipun bisa diartikan seperti mendapat majalah hiburan
gratis, penting untuk diingat – sama seperti majalah – bahwa ini adalah sebuah realitas
yang semu. Pada titik ini, kebanyakan dari kita sebenarnya sudah mengetahui
bahwa saat itu kita sedang melihat pada sebuah realitas yang editan, bukan
realitas yang sebenarnya, tetapi kita tetap saja merasa menjadi harus
kompetitif dan frustrasi oleh hal-hal kecil seperti kurangnya jumlah like di
salah satu foto di Instagram Anda.
Coba menjadi offline selama satu atau dua minggu.
Tentunya, saat ini kita hidup di dunia di mana kita tidak bisa menghapus ponsel
(komunikasi) kita dari kebutuhan dasar kehidupan kita. Jadi cara ini masih membolehkan
Anda untuk dapat berhubungan dengan keluarga, teman, dan kantor, tetapi Anda harus
menghapus semua aplikasi media sosial di ponsel Anda.
Melakukan break
sejenak dari grup percakapan online Anda mungkin menjadi hal yang Anda butuhkan
untuk bisa kembali optimis dan merasa baik kembali. Mungkin sulit pada awalnya
karena kita telah diprogram oleh kebiasaan, tetapi setelah Anda melewati
beberapa hari tanpa terus-menerus meraih ponsel untuk melihat notifikasi yang
masuk, Anda akan merasa lebih baik dan dapat melepaskan rasa frustrasi yang
tidak perlu.
Luangkan waktu sejenak untuk bernapas secara rileks
dan raih peluang yang Anda miliki hari ini. Jika Anda merasa ada sesuatu yang
belum selesai atau tertunda, lakukanlah hari ini. Jika Anda belum
bersenang-senang untuk sementara waktu, karena Anda terlalu frustrasi dan fokus
pada masalah hari esok, maka ambil cuti dan bersenang-senanglah. Hari ini
adalah satu-satunya hari dimana Anda memiliki kendali sepenuhnya.
4. Anda
terjebak dalam kebiasaan - bebas diri Anda darinya
Masalah dari terjebak dalam kebiasaan adalah bahwa
hampir setiap orang mengalaminya, tetapi sulit untuk menentukan di mana rasa
frustrasi kita berasal dari hal yang satu ini.
Tidak begitu penting kehidupan seperti apa yang Anda
jalani saat ini. Pada akhirnya, kita semua akan bosan dengan melakukan hal yang
sama berulang kali.
Ini bisa jadi rumit karena Anda mungkin saja sangat
bahagia dengan hidup Anda saat ini, tetapi masih merasa kalau Anda terjebak
dalam kebiasaan.
Rutinitas sehari-hari adalah apa yang membuat kita
terus berjalan, tetapi itu juga yang akhirnya memperlambat kita dan melemahkan
kita.
Ini tidak berarti bahwa Anda harus berhenti dari
pekerjaan Anda, meninggalkan keluarga Anda, dan membeli tiket sekali jalan ke
suatu tempat yang jauh, dan tak akan pernah kembali. Rasa frustrasi dapat
dihilangkan dengan cara menambahkan sesuatu yang baru ke dalam hidup Anda atau
melepaskan sesuatu yang tidak lagi begitu bermakna bagi Anda.
Cobalah melakukan sesuatu yang selalu ingin Anda
lakukan tetapi rasanya Anda tidak mungkin melakukannya, karena kenyataan
sebenarnya adalah - Anda bisa.
5. Sukuri
apa yang kamu punya
Kebanyakan manusia diprogram untuk selalu mencari yang
lebih baik, seperti bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas hubungan kita
dengan pasangan, bekerja lebih baik lagi dan atau menjadi pribadi yang lebih
baik lagi. Terkadang, kita begitu fokus pada apa yang belum kita raih sehingga
kita kehilangan apa yang kita miliki.
Bagus sebenarnya untuk berusaha lebih banyak dan mencoba
membiarkan emosi frustrasi menghantam Anda, tetapi biarkan itu menjadi reaksi
cepat sesaat daripada membiarkannya tinggal dalam pikiran Anda.
Akan sangat mudah untuk meratapi apa yang Anda
inginkan tapi tidak Anda dapatkan, tetapi coba lihatlah apa yang Anda miliki sekarang
untuk sesaat.
Katakanlah Anda telah bergumul dengan pekerjaan,
keluarga, atau teman. Mari kita asumsikan jika salah satunya tidak berjalan
baik sama sekali untuk saat ini. Kemudian lihatlah hal-hal lain yang sebenarnya
Anda miliki. Tanyakan pada diri Anda: Apakah Anda sebenarnya sudah memiliki
kehidupan yang baik secara keseluruhan? Apakah Anda menghargai apa yang Anda
miliki di sekitar Anda?
Anda pasti menemukan setidaknya satu hal dalam hidup
Anda yang sangat Anda hargai. Fokuslah pada yang baik dan tetaplah bersyukur.
6. Cari
kembali kekuatan jika Anda merasa tidak berdaya
Kita menyukai hal-hal yang terkendali, tetapi selalu akan
ada saja hal yang tidak dapat Anda kendalikan. Bisa jadi cuaca, seseorang di
tempat kerja, teman kita; yang bisa saja membuat kita merasa tak berdaya.
Akan sangat menyenangkan rasanya jika Anda bisa
melarikan diri dari situasi yang membuat Anda merasa tidak berdaya; sayangnya hal
itu tidak bisa dijadikan pilihan.
Kenyataan pahitnya adalah kita tidak bisa
mengendalikan segalanya. Berita baiknya adalah kita memiliki kekuatan untuk
mengendalikan beberapa hal tertentu. Cobalah untuk mendapatkan kembali kekuatan
dalam aspek lain dari kehidupan Anda, yang Anda benar-benar dapat memiliki
kemampuan akan hal itu.
Hal-hal seperti perasaan orang lain terhadap kita dan
penyakit yang akan menggerogoti tubuh kita nanti adalah dua hal dari banyak hal
yang berada di luar kendali kita. Jadi jangan perjuangkan sesuatu dimana sudah
pasti Anda akan kalah. Temukan sesuatu yang dapat Anda kendalikan.
Ini bisa menjadi hal-hal sederhana seperti menetapkan
target penurunan berat badan atau mempelajari bahasa baru, atau mungkin hal-hal
yang lebih besar seperti berhenti dari pekerjaan Anda atau keluar dari hubungan
yang tidak sehat.
Anda akan menyadari bahwa Anda sebenarnya bisa dengan
mengambil kembali kekuasaan di suatu tempat yang benar-benar Anda menguasainya.
7. Akui rasa
sakit atau trauma lama
Hidup ini memang tidak adil. Kita tidak dilahirkan
dalam kehidupan yang sama dengan orang lain yang mungkin lebih beruntung daripada
kita dan kita tidak mengalami masalah hidup yang sama dengan orang lain.
Beberapa mungkin pernah mengalami trauma di masa kecil mereka, yang tidak
pernah kita alami sebelumnya. Orang lain mungkin memiliki rasa sakit lama yang
tertinggal di dalam diri mereka dari kejadian buruk masa lalu.
Rasa frustrasi dari masalah lama yang tidak
terselesaikan akan membuat Anda merasa rendah tanpa mengetahui alasan
sebenarnya. Satu-satunya cara untuk melaluinya adalah dengan berurusan dengan
masa lalu Anda.
Ini tidak berarti bahwa Anda harus menghabiskan waktu
berjam-jam dengan seorang terapis (meskipun ada saat-saat di mana Anda
memerlukan seorang terapis atau psikeater untuk mendapatkan bantuan), tetapi
hanya dengan mengakui rasa sakit Anda, itu dapat membebaskan Anda dari rasa
frustrasi.
Dengan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang
diri Anda, emosi Anda, dan reaksi Anda terhadap situasi tertentu, Anda akan
dapat menghilangkan rasa frustrasi.
8. Hadapi
rasa takut Anda
Frustrasi bisa menjadi reaksi dari rasa takut. Rasa
takut bisa menjadi hal yang mengerikan, tetapi mungkin juga dari hal-hal kecil bertumpuk-tumpuk
sehingga menjadi sesuatu yang besar.
Hal ini mungkin diawali dengan sebuah hal kecil,
tetapi dengan terus menundanya dalam waktu yang lama, lama kelamaan menjadi
lebih besar dan lebih besar dan akhirnya menciptakan rasa takut dan frustrasi
di dalam diri Anda. Ketakutan seperti ini dapat menghambat Anda.
Satu-satunya hal yang dapat Anda lakukan untuk melawan
rasa takut Anda adalah dengan mulai mengambil langkah kecil hari ini dan
lakukan hal yang Anda takuti. Pada kenyataannya apa yang Anda takutkan tadi
sebenarnya tidak seburuk yang Anda pikirkan dan kemudian Anda akan merasa bebas
dan lebih ringan.
Kesimpulan
Frustrasi dapat disebabkan oleh banyak hal, tetapi
satu kesamaannya adalah bahwa hal itu dapat melemahkan kita dan membuat
kehidupan sehari-hari kita keluar dari jalurnya.
Tidak begitu menjadi masalah untuk sesaat merasa
frustrasi, tetapi semakin cepat Anda memahami darimana asalnya rasa frustrasi
tersebut, semakin cepat pula Anda akan tahu cara menyingkirkannya.
Jangan takut untuk menghadapi rasa frustrasi ini, Anda
akan menjalani kehidupan terbaik Anda setelah keluar dari zona nyaman Anda!



Comments
Post a Comment